FTISLAND & MBLAQ I News Update I Twitter Update I Pictures Update

[HongYe’s Fanfic] “Bonjour! Madame Croissant” (Pt.5-6)

 

Bonjour, Miss Croissant!

Part 5

Setelah Shin Hye memusatkan penuh perhatiannya pada tugas kuliahnya, tidak sia-sia karena, pekerjaannya selesai dengan sangat rapi dan tepat waktu. Shin Hye berharap semoga tugasnya ini dinilai dengan nilai terbaik oleh dosennya tapi, ia juga berharap orang yang akan memakainya juga senang dengan desainnya ini dan akan selalu mengingat dirinya setiap kali memakai pakaian ini. Shin Hye tidak berhenti tersenyum dari awal dia bangun pagi hingga tiba dikampus. Ia sengaja menunggu didepan pintu kantor Yabi untuk menyerahkan tugasnya.

Tiba-tiba ponselnya bergetar, pertanda ada pesan masuk. Ia terkejut karena pesan itu dari Hongki.

“From : Bos Hongki

Ssinz-ah… Fighting!!!^^ jangan lupa jemput aku hari ini dan dengan membawa pesananku itu tentunya…Annyeong..”

Shin Hye hanya bisa senyum-senyum sendiri membaca pesan itu dan tak hentinya membaca berulang kali hingga membuat orang yang lewat dikoridor memandangnya dengan tatapan sinis.

“kau sudah lama menunggu” suara Yabi mengejutkan Shin Hye yang sedang asyik memainkan ponselnya. Senyum khas Yabi memancar diwajahnya, Shin Hye berharap suasana hati dosennya itu sedang senang hari ini.

Mereka masuk kedalam ruangan Yabi, wanita itu tidak tampak seperti dosen lebih tepatnya model atau pakar fashion yang sering muncul di TV. Yabi memutar badannya dan menghadap Shin Hye yang masih berdiri kaku. “mana?” ia menjulurkan tangannya.

Shin Hye menyerahkan Jas yang sudah dibuatnya itu. Yabi dengan tangkas membuka sarung jas berwarna hitam itu dan mengeluarkan isinya. Dengan jeli ia memeriksa pekerjaan Shin Hye dan sesekali mengangguk-anggukan kepala, ia memandang ornament tengkorak yang ada dibagian kerah Jas tersebut lalu memandang Shin Hye heran, “apa alasanmu memilih ornament ini? Apa menurutmu tengkorak termasuk elegan?” tanyanya.

“ehm, aku memilih ornament ini supaya jasnya terlihat santai dan tidak terlihat monoton seperti jas pada umumnya dan juga menurutku menambahkan tengkorak disana lumayan membuatnya terlihat elegan” jelasnya.

Yabi kembali memasukan jas itu kedalam sarung hitam itu lalu berjalan mendekati Shin Hye dan menarik tangan Shin Hye, “aku tahu kau mampu” ucapnya sambil tersenyum puas. “kau bisa bawa itu kembali, untukmu” ucapnya sambil berlalu keluar dari kantornya dengan senyum mengembang dan tampak jelas raut kepuasan dari wajahnya. Shin Hye hanya bisa terduduk lemas dan menangis senang karena mengingat jarang sekali dosennya itu puas dengan desain orang lain. Ia membuka ponselnya dan langsung mencari kontak nama Hongki.

“Gumawo Hongkia…cheongmal gumawo” isaknya, Shin Hye masih belum bisa menghentikan tangisnya  karena saking senangnya dia sekarang, “desainku diterima…tidak, aku menangis karena aku senang…aku mau mentraktirmu, kau bersiaplah disana” ia lalu menutup ponselnya dan loncat-loncat kegirangan. Ia menyeka airmata dari pipinya dan keluar dari ruangan itu dengan bangga membawa hasil kerjanya.

Shin Hye mengemudikan mobilnya menuju apartemen Hongki, diperjalanan ia menghidupkan musik dengan lagu-lagu FTIsland dengan volume lumayan keras sambil bernyanyi-nyanyi mengiringi lagu-lagu itu. Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu Eunjung, ia meminggirkan mobilnya lalu mengangkat telpon itu. “ya Eunjung?…apa maksudmu dengan foto? Foto apa?, kau ini bicara yang jelas dong!!, … Baiklah biar aku lihat sendiri” dengan kecepatan tinggi ia mengemudikan mobilnya menuju toko buku terdekat dan mencari surat kabar yang dibicarakan Eunjung tadi.

Ia melangkah masuk kedalam toko buku yang terletak dijalan yang sama  menuju apartemen Hongki. Ia berjalan menuju stan majalah dan mencari surat kabar itu. Ia terkejut bukan main saat melihat cover surat kabar itu. Digambar yang diambil dari belakang punggung Hongki itu tampak Hongki sedang mendekatkan wajahnya pada Shin Hye seperti sedang menciumnya, Shin Hye teringat makan siangnya bersama Hongki waktu itu, “apa maksudnya ini?” ia tercekat dengan tangan masih mencengkram surat kabar itu.

“Lee Hongki Akhirnya Membuktikan bahwa dirinya bukan GAY!” begitulah judul yang tertera dimuka surat kabar itu. Shin Hye melihat beberapa fotonya yang lain bersama Hongki seperti dikafe Perancis, taman dan tempat-tempat lainnya tapi wajahnya tidak terlalu jelas digambar-gambar itu. Shin Hye memandang lagi cover depannya dan untungnya wajahnya tidak terlalu terlihat hanya mata sebelah kirinya yang terlihat Karena tertutup kepala Hongki. Dengan cepat ia menuju kasir dan membeli surat kabar itu.

Shin Hye dengan penuh emosi dan perasaan tidak karuan bercampur takut memencet bel berkali-kali dan ia sangat senang sekali saat yang membukakan pintunya adalah Hongki sendiri. Ia berjalan masuk langsung melewati namjah itu tanpa menyapanya sedikit pun menuju keruang tengah tempat mereka biasa mengobrol, dan ternyata sudah ada empat anggota band bersama dengan seorang laki-laki yang sudah agak tua, mungkin manajer mereka. Ia melihat tergeletak surat kabar yang sama dimeja ruangan itu.

“Hongki apa ini gadis yang digambar itu” tanya manajer mereka sambil memandang heran kearah Shin Hye. Hongki hanya mengangguk, tidak mengatakan apapun. “Shin Hye-ssi, aku benar-benar berterimakasih padamu” ungkap manajernya.

Shin Hye jadi dibuat bingung dengan ucapan lelaki tua itu, ia memandang semua orang diruang itu tertunduk kecuali manajer mereka, “terimakasih? Apa maksudmu?” bentak Shin Hye yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Ia memandang mata Hongki lekat-lekat dan menarik tangan namjah itu sembari bertanya “apa kau sengaja mengatur semuanya?” tanyanya. Hongki melengos tidak sanggup menatap mata Shin Hye.

“bukan begitu Ssinz-ah..aku tidak..aku bingung menjelaskannya” ia melepaskan genggaman Shin Hye.

“kau sudah membantu bosmu terlepas dari isu gaynya, kau sangat membantu kami Shin Hye-ssi”

“Hyeong kau jangan tidak berperasaan seperti itu” gerutu Jonghun yang sudah tidak tahan dengan ocehan manajernya. “Shin Hye-ssi kami sungguh minta maaf atas kejadian ini, kami tidak bermaksud  untuk memanfaatkanmu sebagai alat untuk menghilangkan isu ini, Hongki juga tidak tahu-menahu mengenai ini” jelasnya.

Shin Hye kesal minta ampun kenapa malah Jonghun yang menjelaskannya bukan Hongki yang juga ada digambar yang bersamanya itu. “aku kecewa padamu”desisnya sambil sedikit mendongak ke namjah itu, “aku tidak menyangka ternyata benar dugaanku sebelumya kalau kau itu PENGUNTIT!” jeritnya kesal. “ini, aku tidak butuh ini lagi dan berhentilah menghubungiku” Shin Hye mengembalikan kunci mobilnya dan berlalu meninggalkan ruangan itu.

Shin Hye tidak bisa menahan tangisnya lagi dan kali ini bukan tangisan bahagia melainkan tangisan mengasihani dirinya sendiri yang sudah bodoh percaya dengan kebaikan namjah itu. Ia berjalan dengan langkah cepat agar orang tidak melihat kalau ia sedang menangis. Rasanya ia ingin segera sampai dirumah dan menangis dengan keras dikamarnya.

Begitu sampai dirumah ia sudah dihadang oleh temannya, Eunjung. “kau menangis? apa yang digambar itu benar kau?” tanya gadis itu pelan. Shin Hye tidak bisa menahan tangisnya dan meledakannya dipelukan Eunjung.

“dia tega sekali, dia tega sekali melakukan ini padaku” isaknya. Eunjung memeluknya erat.

“apa kau sudah menemuinya?” tanya Eunjung sambil melepaskan pelukannya.

Shin Hye hanya mengangguk dan kembali menangis dengan keras, “dia tidak menjelaskan apapun padaku malah Jonghun yang meminta maaf padaku bukannya dia, dasar Banci!!!!” Jerit Shin Hye membuat Eunjung menutup mulutnya. “aku harus bagaimana Eunjung?” isaknya.

“sebenarnya isu gay itu memang sudah ada dari sejak lama dan mereka selalu membantah isu itu tapi tanpa bukti yang menunjukan kebenarannya. Aku pernah bertanya langsung pada Hongki oppa dan dia menjawab dengan tegas kalau dia bukan gay, tapi yang membuatku terkejut adalah ternyata ia menggunakanmu sebagai buktinya” ungkap Eunjung dengan sangat berat.

Shin Hye kembali menangis sejadi-jadinya lalu menyandarkan kembali kepalanya ke Eunjung.

“sepertinya kau memang benar-benar jatuh cinta padanya” EUnjung sempat-sempatnya bercanda padanya yang sedang tidak karuan itu.

“kau ini! Jangan sembarangan bicara!” protesnya sambil terisak.

“lalu kalau memang tidak, kenapa kau bisa menangis seperti ini? Sudahlah Ssinz-ah anggap saja ini bantuan darimu untuk Hongki melepaskan simbol gay yang selama ini lekat padanya” ujar temannya sambil menepuk pundaknya.

“mana bisa seperti itu, ada cara lain yang lebih halus dan bukan dengan cara curang seperti itu” Shin Hye meninggalkan Eunjung yang sudah mulai melantur dan lalu masuk kekamarnya. Ponselnya kembali berdering dan itu jelas telpon dari Hongki tentunya, dengan cepat ia mematikan ponselnya beserta melepas baterai ponselnya dan membantingnya ketempat tidur. “kalau memang butuh bantuan seharusnya kau bicara dulu padaku” ungkapnya.

***

Hongki mondar-mandir sendiri seperti setrikaan diruangan tengah dengan ponsel terus menempel ditelinganya. Ia yakin Shin Hye pasti sangat marah padanya dan bodohnya ia belum menjelaskan apapun pada gadis itu. Ia berhenti mondar-mandir dan berdiri dihadapan Yoonho yang masih duduk disofanya, “Hyeong, aku mau kau menghubungi orang-orang yang terlibat dengan masalah ini dan meminta untuk berhenti menyebarkan foto-foto itu” gertaknya.

“untuk apa? Aku saja tidak tahu siapa yang memotret gambar-gambar ini, tapi dilihat dari gambar dicover itu sepertinya kalian memang punya hubungan yang spesial” jawab Yoonho santai, lalu mendongak menatap Hongki, “lagipula kalian tampak saling menyukai, aku bisa melihat mata Shin Hye saat menunggu penjelasan darimu tadi”.

“jadi… semua ini bukan kau yang melakukannya?” tanya Hongki sambil mengangkat surat kabar yang tergeletak tadi.

Yoonho menggelengkan kepalanya sambil mengerutkan dahinya, “ini ulah paparazzi yang memang selama ini sengaja membuntutimu, salah kau sendiri kenapa terlihat mesra sekali dengan Shin Hye” gerutu Yoonho. “pasti akan ada banyak pers yang mendatangimu untuk meminta kejelasannya”

“lalu bagaimana Hyeong??” Hongki mulai cemas dengan segala kemungkinan yang ada dihadapannya nanti.

“kenapa kau tidak memohon pada Shin Hye lagi untuk pura-pura menjadi pacarmu untuk sementara waktu?” usul Yoonho dengan menyelentikan jarinya.

Hongki kembali memanas mendengar usul aneh manajernya itu, “aku tidak mau memintanya jadi pacarku kalau alasannya seperti ini, tapi aku akan memintanya karena dari diriku sendiri” tegasnya dengan berlalu meninggalkan ruangan tengah itu.

“apa maksud Hongki hyeong tadi?” tanya Seunghyun dengan wajah bingung setengah mati.

“itu tandanya Hongki hyeong akan meminta nuna jadi pacarnya sungguhan bukan sementara, ah aku salut sama Hongki hyeong” jelas Jaejin.

“aku sudah menyangkanya sejak awal, akhirnya ia bisa membebaskan dirinya dari gelar gay nya dengan caranya sendiri” desah Yoonho dengan senyum mengembang diikuti tawa dari semua orang diruangan itu.

Hongki berjalan menuju mobilnya dengan sangat hati-hati, ia mengenakan jaket besar berwarna biru dengan topi menutupi setengah wajahnya dan kacamata hitam andalannya. Benar kata manajernya bahwa ada banyak sekali wartawan sedang menunggunya dilobi. Akhirnya ia berhasil masuk kedalam mobilnya, sudah lama mobil ini tidak bersamanya. Kemudian matanya terpaku pada sebuah gantungan yang ada dimobilnya, “apa ini?” ia mengambil gantungan itu dan membuka sarung penutup pakaian itu. Bola matanya nyaris keluar melihat isi sarung itu, “ini jas buatan Shin Hye untukku” ia mengeluarkan jas itu dan memandangnya sambil tersenyum puas. Ia memeluk jas itu dan menciuminya berkali-kali, “baiklah Hongki, sudah saatnya kau menunjukan perasaanmu yang sebenarnya”ucapnya dengan semangat.

Ia mengemudikan mobilnya menuju tempat apartemen Shin Hye, ia yakin gadis itu pasti sedang menangis meraung-raung karena kesal padanya. Ia melangkah masuk gedung apartemen yang tampak usang itu dan langsung naik kelantai dua tempat Shin hye dan Eunjung tinggal. Ia menarik napas panjang sebelum mengetuk pintunya dan mulai mengetuk dengan perlahan.

“iya sebentar” Hongki mendengar suara Eunjung yang menyahut dari dalam dan ternyata benar, Eunjung membuka pintu cukup lebar. Ia melempar senyum pada gadis itu tapi tidak seperti biasanya, gadis itu hanya mengangkat sebelah alisnya dan tidak membalas senyumnya. Ia kembali ketujuan pertamanya, “apa Ssinz ada didalam?” tanyanya langsung.

Eunjung kali ini melipat tangannya didepan dada dan agak sedikit melotot pada Hongki, “aku tidak menyangka oppa melakukan ini pada Ssinz!” ucapnya dengan wajah serius.

Hongki tidak mau berlama-lama lagi dan langsung menerobos masuk melewati Eunjung. Ia hanya bisa berdiri didepan pintu kamar Shin Hye tapi tidak sanggup untuk mengetuk pintu tersebut.

“oppa, Ssinz sangat kecewa padamu, sebaiknya jangan temui dia dulu sekarang” ucap Eunjung dari belakang Hongki.

“bisa kau panggil dia keluar, aku mohon” pinta Hongki.

Eunjung hanya menunduk dan mencoba masuk kedalam kamar Shin Hye. Hongki duduk disofa untuk menenangkan dirinya, tidak lama kemudian Eunjung keluar bersama Shin Hye yang masih mengenakan pakaiannya tadi dengan mata agak sembab. Hongki prihatin dengan penampilan gadis itu sekarang. Pandangan Shin Hye langsung berubah sinis ketika melihatnya.

“Hya kau kenapa tidak bilang kalau yang datang adalah dia” Shin Hye meninggikan suaranya pada Eunjung.

“Oppa ingin bertemu denganmu, lagipula kalian perlu bicara berdua, aku akan keluar sebentar, Ssinz-ah kau jangan mau menang sendiri yah, mengerti!” ucap Eunjung dan langsung berjalan keluar meninggalkan mereka berdua diapartemen itu.

Hongki langsung kembali duduk disofa dan Shin Hye masih berdiri tidak mau memandang Hongki sedikit pun. Hongki hanya bisa menghela napasnya, “maaf Ssinz-ah, aku tadi tidak bisa mengatakan apa-apa karena aku juga terkejut dengan hal ini”

“terkejut? Bukannya kalian sengaja melakukan ini karena isu gaymu?”

“hya kalau memang aku mendekatimu hanya untuk menjadikanmu pacar pura-puraku, aku tidak akan pernah memilihmu” Hongki berdiri dari sofa dan emosinya kembali memuncak. “banyak gadis lain yang bisa kubayar untuk pura-pura jadi pacarku, tapi tidak akan pernah kulakukan padamu” tegas Hongki.

Shin Hye terkesiap mendengar ucapan lelaki itu barusan, ia tidak percaya ucapan itu akan keluar dari mulut itu. “lebih baik kau pulang saja, aku capek dan tidak mau mendengar ocehan apapun, kepalaku pusing” Shin Hye langsung meninggalkan ruangan itu dan masuk kekamarnya kembali.

Hongki bisa mengerti kondisi Ssinz sekarang, ia tidak mau malah menjadi beban gadis itu kalau ia banyak bicara takutnya situasi malah semakin buruk. Ia memutuskan untuk pulang saja dan menenangkan diri juga. Ada baiknya kalau ia tidak menemui Ssinz dulu.

Hongki mengemudikan mobilnya menuju toko kopi dan kue yang pernah ia kunjungi sebelumnya bersama Shin Hye. Ia langsung masuk ketoko itu dan disambut dengan senyuman ramah seperti biasanya oleh pelayan yang juga sudah biasa melayaninya. “Bonjour Sir!! Tunggu dulu mana si cantik itu?” pelayan itu mendongak kebelakang bahu Hongki.

“ia tidak ikut” jawabnya dengan sedikit malas. Pelayan itu hanya mengangguk dengan wajah penuh tanya dan mengantarkannya ketempat duduk biasanya. “aku pesan yang seperti biasanya” ucapnya sambil melontar senyumnya walaupun ia sedang malas untuk tersenyum. Ia membuka ponselnya dan melihat ada beberapa pesan masuk yang belum dibukanya. Salah satunya dari ibunya sendiri.

From : Omma

“Kau sudah punya pacar? Siapa? Kenapa kau tidak menceritakannya padaku? Cepat telpon aku!”

Hongki tersenyum melihat pesan dari ibunya, ia memang biasa menceritakan pada ibunya segala hal menakjubkan yang dialaminya, salah satunya jatuh cinta pada seorang gadis. Ia langsung menghubungi ibunya setelah membaca pesan itu.

“Oh omma… ya, berita itu benar… maaf aku belum bisa membawa pacarku itu padamu, tapi, dengan segera aku akan mengenalkannya padamu” ucapnya dengan senyum mengembang, pesanannya pun akhirnya datang. Ia menyodorkan tip kepada pelayan yang selalu setia menyambutnya itu dengan sebelah tangan masih menggenggam telponnya, “Oh omma aku matikan telponku dulu, aku akan menghubungimu lagi nanti, annyeong ommoni” tutupnya.

Tidak lama ponselnya terkapar dimeja, ponselnya kembali berdering dan kali ini dari Hyeongnya, Heechul. “yeobseo…oh, aku sedang dikafe sekarang, nanti saja aku ceritakan langsung padamu, semuanya…apa? Sekarang? Baiklah aku kesana sekarang” Hongki menutup ponselnya dan menyesap kopi latte yang dari tadi mengundang perhatiannya dengan lukisan latte diatas kopi itu. Dengan cepat ia menghabiskan dua potong Croissant, kue yang selalu mengingatkannya pada Shin Hye.

Hongki masuk kedalam ruangan karaoke dari luar sudah terdengar mereka sedang menyanyi lagu apa, Samdi langsung menyapanya begitu pintu terbuka, “Ah Hongki, akhirnya kau datang juga, ayo duduk disini” Samdi memberinya jarak tempat duduk dan Heechul yang tadi menelponnya meninggalkan kegiatan menyanyinya dan duduk disampingnya.

“Hya… kenapa dengan ekspresi itu? bukankah harusnya kau bahagia karena sudah terlepas dari gelar Gay yang selama ini menjadi bebanmu?” Tanya Heechul dengan sedikit menyunggingkan senyum ke-Hyung-annya.

“ya aku memang sedang senang Hyeong, saking senangnya aku mau pesta malam ini” candanya. Ia memencet tombol untuk memanggil pelayan. Tidak lama kemudian pelayan datang dan membawa daftar menu untuknya. “tidak, aku Cuma mau pesan sepuluh botol bir”.

Heechul mengerutkan dahinya, “untuk apa kau pesan bir sebanyak itu? aku tidak pernah mengizinkan kau untuk mabuk! Lima botol saja” perintah Heechul pada pelayan itu dan tampak ekspresi bingung pelayan. “Hya Hongki kau jangan terlalu berlebihan” gerutu Heechul.

“sepuluh botol dan ini untukmu” Hongki memberinya tip dan menyuruh pelayan itu untuk segera mengambil pesanannya. “ini tidak berlebihan, bukankah aku akan mau pesta bersama kalian malam ini” ucapnya lalu berdiri dan ikut bernyanyi bersama Jang Geun Seuk-sahabatnya sesama actor, Sangchu dan Jungmo yang juga berprofesi sebagai penyanyi sama seperti dirinya. Heechul terus memasati tingkah aneh Hongki tersebut.

“Hya Hyeong…ayo kita minum dan pesta malam ini!!” teriak Hongki dengan mengangkat sebotol bir dan meminumnya langsung dari botol, diikuti teman-temannya kecuali Heechul yang menghilang entah kemana. “ah, enak sekali, dimana Heechul-hyeong?” tanyanya.

“dia tadi keluar tapi sepertinya segera kembali” jawab Geun Seuk santai sambil menegak bir dari gelas lokinya. “Hongkia apakah berita itu sungguhan atau buatan kalian saja?” tanya Geun Seuk.

“tidak! Itu sama sekali bukan  buatan, itu ulah paparazzi yang tidak ada kerjaan, aku bahkan belum mengeluarkan penjelasan apapun mengenai berita ini” ia menghela napas panjang.

“lalu siapa gadis itu Hong? Kau ini tumben sekali tidak memberitahuku mengenai pacar barumu” Samdi mulai tertarik untuk menginterogasi Hongki, tapi Hongki tidak keberatan selagi mereka semua adalah sahabatnya yang tidak mungkin menghianatinya.

“kau pasti mengenalnya Hyeong!” jawabnya, ia sudah merasakan sedikit pusing dikepalanya dan pandangannya sudah agak kabur mungkin karena ia sudah setengah mabuk. Ia masih melanjutkan aktifitas meminumnya dan tidak terasa sudah lima botol bir yang ia habiskan. Semua orang diruangan itu tidak mampu melarangnya, hanya Heechul yang berani menentang apapun ulah anehnya.

Hongki sudah tidak mampu lagi untuk minum dan tertunduk dimeja dengan mulut menggumamkan kata-kata tidak jelas, ia benar-benar mabuk sekarang dan ketiga teman lainnya juga ikut teler disofa panjang berwarna ungu itu. Heechul akhirnya kembali keruangan karaoke itu dan terkejut melihat keempat orang yang bergeletakan tak karuan terutama Hongki yang tertunduk dimeja dengan mata tertutup tapi mulutnya masih mengoceh. Ia mendekati Hongki dan mengangkat kepala namjah itu, “hya kau sudah kuperingatkan untuk tidak mabuk!! Siapa yang mengajarimu seperti ini babo?” bentak Heechul.

Hongki tertawa terbahak-bahak dan melepaskan pegangan Heechul, “aku belajar dari Hyeong!” jawabnya singkat lalu kembali tertunduk dimeja.

Heechul membangunkan Geun Seuk yang tertidur disofa, “Hya kau juga minum Geun Seuk-a? ayo bangun!!” teriaknya.

“Oh Hyeong sudah kembali, maaf aku tertidur” tampak Geun Seuk tidak terlalu mabuk dan masih sadar dengan keadaan sekitarnya, “ya ampun Hong!!! Kau menghabiskan lima botol bir sendirian, wah Daebak!!!!” ucapnya sambil bertepuk tangan.

Heechul begitu terkejut mendengar ucapan Geun Seuk barusan, “lima botol?” ulangnya.

“iya, ini masih ada sisa sebotol, mungkin ia sengaja menyisahkan untuk Hyeong” Geun Seuk mengangkat botol itu dan memberikannya pada Heechul.

Heechul langsung mengangkat kepala Hongki dari meja dan mencoba menyadarkan namjah itu tapi sepertinya percuma karena Hongki sudah mabuk berat. Ia mencari ponsel dari saku jaket Hongki dan mencari kontak nama yang bisa dihubunginya, “My Assistant?” ucapnya bingung, “ah mungkin ini Yoonho” ia langsung menghubungi nomor tersebut. Dan beruntungnya telponnya segera diangkat.

***

Shin Hye akhirnya bisa tertidur pulas setelah seharian ini ia capek dengan kegiatan menangisnya. Tiba-tiba ditengah malam seperti ini ponselnya berdering dengan keras dan membuatnya terbangun dan kesal, tanpa membuka matanya ia mengangkat telpon itu dengan suara malasnya, “yeobseo…ya ini asistennya, APA? Kau siapa?” Shin Hye langsung membuka matanya dan melihat nama penelponnya, “Hongki?” bisiknya, tapi ia heran kenapa suaranya berbeda, “mabuk? Baiklah aku segera kesana” Shin Hye mengacak rambutnya dan bergegas menuju tempat yang dikatakan penelpon itu.

Diam-diam ia keluar dari apartemennya agar tidak membangunkan Eunjung dan tetangga sekitarnya. Ia teringat bahwa mobilnya sudah dikembalikan pada Hongki. Untungnya ada taksi yang masih beroperasi tengah malam seperti ini. Ia agak sedikit tegang dan takut keluar tengah malam seperti ini apalagi ia belum terlalu hapal daerah-daerah di Korea ini. Suasana tengah malam di Seoul terlihat lebih ramai dibandingkan siang hari, lampu dari pertokoan menerangi jalanan kota ini. “kita sudah sampai” taksi tersebut berhenti didepan tempat karaoke yang disebutkan penelpon itu.

Ia melangkah masuk kedalam tempat karaoke itu, ternyata sepi sekali dan hanya ada satu resepsionis wanita dengan dandanan glamor menyambutnya dengan senyum lebar. “ruangan VVIP 19 ada dilantai berapa?” tanyanya. Wanita itu mengernyit menatap Shin Hye. “boleh kami tahu identitasmu?”

“aku asisten pribadi Lee Hongki, bisa kau antar aku cepat?” tanya Shin Hye tidak sabar.

“antar nona ini keruangan tersebut” perintah resepsionis itu pada pelayan laki-laki yang berada didekatnya. Shin Hye mengikuti pelayan lelaki itu.

“disini” tunjuk pelayan itu kemudian berlalu meninggalkannya didepan pintu. Shin Hye menarik napas panjang lalu menghembuskannya pelan dan mengetuk ruangan tersebut dan membukanya. Ia langsung disambut dengan pemandangan ruangan yang berantakan dan penuh dengan namjah.

“kau? Asisten Hongki?” Tanya salah satu namjah berwajah cantik.

Shin Hye mengangguk dan melirik sekitar, ia bisa melihat Hongki sedang menelungkup dimeja. Ia kesal bukan main ditelpon tengah malam seperti ini untuk menjemputnya yang sedang mabuk. Ia berjalan mendekati Hongki.

“Hya Ssinz-ah…” tegur salah seorang dari belakang.

Shin Hye menoleh kebelakang dan terkejut melihat Samdi ada dibelakangnya. “Samdi oppa, kau..” Shin Hye menyapanya dengan terbata.

“kau asistennya Hongki? Sejak kapan?”

“ah iya oppa, ehm, sejak aku dipecat dari tempatmu” jawabnya.

“ah itu, aku minta maaf soal itu, itu karena kakakku yang sedang menjadi bos menggantikanku jadi aku benar-benar tidak tahu mengenai hal itu” ucapnya dengan wajah menyesal.

“ah tidak apa-apa, aku baik-baik saja oppa..”

“Hya sudah selesai pestanya?” Hongki akhirnya terbangun tapi matanya masih belum sepenuhnya terbuka dan suaranya berubah serak. Ia mengusap matanya mencoba memandang Shin Hye. “Ssinz..” gumamnya. Ia berjalan mendekati Shin Hye dan mendekatkan wajahnya pada Shin Hye.

Shin Hye bisa mencium bau menyengat minuman dari mulut Hongki, “ayo kita pulang” Shin Hye menggandeng Hongki yang masih loyo dan membawa namjah itu keluar ruangan tapi sebelumnya ia sempat berpamitan dengan semua orang diruangan itu. Untungnya Hongki menurut saja dan tidak terlalu sanggup untuk berbicara banyak. Ia melirik Hongki yang matanya terpejam kembali, “kau ini sungguh menyusahkan!” desisnya.

Shin Hye mendudukan Hongki kedalam mobil disamping kursi supirnya, ia mengamati wajah namjah yang sedang terpejam itu cukup lama, “ternyata kau lebih lucu saat tidur, aku jadi bisa memaafkanmu kalau melihat ekspresimu sekarang” ungkapnya sambil tersenyum, tangannya menggapai dahi Hongki dan menyingkirkan poni tebal yang menutupi dahi tersebut dan kali ini ia bisa melihat secara jelas dan dekat wajah asli namjah itu “kau sangat tampan Hongki, tapi kau juga sangat menyebalkan!” eluhnya.

Ia memalingkan pandangannya dan mulai menghidupkan mesin mobil dan begitu terkejut melihat sisa bensin mobil itu, “ya ampun, ini tidak akan cukup untuk mengantarnya” gerutunya, ia melirik Hongki dengan tatapan kesal “dasar pelit!! Untuk diri sendiri saja kau pelit sekali” umpatnya “ke pom bensin juga bensinnya tidak cukup”,  “HYA…Bagaiamana kau akan pulang bocah Babo!!!” jeritnya geram didepan wajah namjah itu sambil menghentakan tangannya ke setir.

Setelah berpikir panjang Shin Hye memutuskan untuk membawa Hongki ke apartemennya saja dulu, ia sempat ragu sekaligus takut membawa seorang laki-laki kerumah apalagi dia ini seorang artis terkenal. Ia membuka pintu  dengan hati-hati dan memapah Hongki masuk kedalam rumah lalu mendudukannya ke atas sofa, namjah itu masih tenggelam dalam tidur lelapnya, Shin Hye tidak tega membiarkannya tidur disofa, ia meminjamkan kamarnya untuk namjah itu dan memilih tidur disofa malam ini. Dengan perlahan ia memindahkan Hongki keranjangnya “selamat malam, have a nice dream” ucap Shin Hye sambil menyelimutinya, tiba-tiba tangan Hongki mengapit tangan Shin Hye didadanya “miane, cheongmal mian” gumam namjah itu dengan masih tertidur, Shin Hye mengacak poni namjah itu dengan geram dan  tersenyum, lalu ia keluar dari kamarnya.

***

Hongki masih tenggelam dalam tidurnya, tapi ia seperti merasakan ada bayangan yang melayang didepan matanya dan sedikit mengganggu tidur lelapnya. Dengan sedikit memaksa ia membuka setengah matanya dan dihadapannya sudah ada sosok seorang gadis yang wajahnya sangat dekat dengan wajahnya. Yang diingatnya hanya Shin Hye yang datang menemuinya ditempat karaoke lalu kejadian selanjutnya ia tidak ingat, ia mencoba menyapa gadis itu “Ssinz-ah…”

“Hongki oppa, kau sudah bangun?” Eunjung menyunggingkan senyum. Hongki mengusap matanya mencoba memulihkan pandangannya.

Ia memandang sekeliling tapi tidak melihat sosok Shin Hye disana, ia mencoba menegakan tubuhnya tapi terasa berat sekali dan hembusan nafasnya terasa panas. “Hongki kau ini kenapa?” tanyanya dalam hati. “Ssinz? Apa dia yang membawaku semalam?” tanya nya pada Eunjung yang masih berdiri disamping ranjang.

“iya…Oppa semalam mabuk berat dan ia sebenarnya mau mengantarmu pulang tapi bensinnya tidak cukup jadi ia membawamu kemari, sebentar lagi ia pulang, oppa tidak apa kan kutinggal sendiri?”  tanya Eunjung dengan wajah cemas.

Hongki hanya mengangguk dan tersenyum pada Eunjung dan gadis itu langsung pergi meninggalkannya. Ia memandang sekeliling kamar bercat putih itu, simple, rapi dan tidak terlalu banyak barang dikamar itu. Ini jelas kamar Shin Hye dilihat ada beberapa foto Mir dan foto Shin Hye dimeja rias.  Ia merogoh saku celananya mencari ponselnya dan ada beberapa panggilan tak terjawab dan pesan teks, semuanya dari teman-temannya dan manajernya juga. Ia mencoba menghubungi kembali manajernya. “Yeobseo…Hyeong, aku dirumah temanku sekarang, apa? Direktur menyuruhku menggelar Konferensi pers dengan membawa pacarku? Bagaimana bisa? Benarkah se parah itu?  Baiklah aku pulang sekarang, bye” Hongki sedikit panic dan langsung menutup telponnya, saat ia mencoba berdiri ia merasa kepalanya semakin berat dan pandangannya juga sedikit buram, kondisi tubuhnya selalu seperti ini setiap ia mengkonsumsi banyak alcohol itulah kenapa Heechul sangat melarangnya meminum bir walau Cuma beberapa gelas loki.

Hongki mencoba berdiri dengan tegak dan menarik nafas panjang dan menghembuskannya kembali, ini biasanya membuatnya sedikit merasa baikan. Ia berbelok kebelakang dan Shin Hye berdiri diseberang ranjang, sepertinya sudah lama gadis itu berdiri disana dan menatapnya dengan wajah penasaran, “aku baik-baik saja, mana kunci mobilku? Aku harus segera pulang, Oh ya terimakasih kau mau menjemputku semalam” ungkapnya sambil sedikit membasahi bibirnya lalu tersenyum.

Shin Hye mengangkat sebelah alisnya dan melipat tangan didada, “aku tidak yakin kau bisa mengendarai mobil sendirian, aku sudah buatkan kau sarapan” ucapnya, Shin Hye berjalan menghampiri Hongki dan berdiri berhadapan sangat dekat dengannya, mata Shin Hye memandang wajahnya lama lalu tangannya menggapai dahi Hongki. “istirahatlah dulu, biar sarapanmu kubawa kemari” ia mendorong Hongki kembali duduk ketempat tidur.

“tunggu dulu” Hongki menarik tangan Shin Hye, “aku harus pergi sekarang”ucapnya.

“sudah kukatakan istirahatlah dulu, sudah tahu demam masih bersikeras” gerutu Shin Hye lalu keluar dari kamar itu.

***

Shin Hye keluar dari kamar itu dan langsung berjalan menuju dapur, kepalanya terus berpikir setelah mendengar pembicaraan Hongki ditelpon tadi, “apa yang harus kulakukan? Aku kasihan padanya tapi dia…aish!” ia terhenyak dikursi dapur, dan memilih untuk meminta pendapat Eunjung, “yeobseo Eunjungah…maaf aku menelponmu saat kau kuliah, aku mau tanya sesuatu…ehm, haruskah aku membantu Hongki kali ini? Misal aku tidak membantunya kira-kira apa yang akan terjadi nanti?” Shin Hye mendengar jawaban Eunjung sambil terus menyiapkan bubur untuk Hongki, “apa separah itu? aku mau membantunya, tapi…oh baiklah kalau begitu, gumawo Eunjungah..” ia menutup telponnya dan terpaku sejenak mendengar jawaban Eunjung tadi yang mengatakan “ikutilah kata hatimu”.

Shin Hye mengetuk pintu kamarnya lalu masuk kekamar itu dan terkejut melihat Hongki sudah bersiap-siap seperti mau pergi. Perasaan kesal kembali datang karena namjah itu sama sekali tidak memperdulikan dirinya sendiri, “ini sarapanmu” Shin Hye meletakannya dimeja samping ranjangnya, Hongki hanya menatapnya dengan tatapan seperti ada yang ingin dikatakan tapi tertahan. Shin Hye tahu apa yang mau dikatakan namjah itu, ia menarik Hongki untuk duduk ditempat tidur, “makanlah, aku mohon, bagaimana kita mau mengadakan konferensi kalau kau sakit, ini” Shin Hye menyodorkan sesendok bubur dimulut Hongki.

“kita?” tanya nya.

“aku sudah putuskan untuk membantumu, aku akan menemanimu dikonferensi nanti, ayo makan nanti ini dingin” perintah Shin Hye. Ia bisa menangkap ekspresi tidak percaya namjah itu.

Shin Hye lega karena Hongki mau menerima suapan bubur darinya, “tapi kau jangan kesal ya kalau aktingku jelek, ah aku takut orang tidak percaya kalau aku pacarmu, seorang vokalis band terkenal” candanya.

“kau serius mau membantuku? Kau bakal disoroti banyak kamera dan wajahmu akan terus muncul di televise, aku harap kau mau memirkannya lagi” ucap namjah itu.

“kedengarannya menarik” jawab Shin Hye sambil sedikit tertawa. “sepertinya aku harus membeli beberapa pakaian untuk terlihat menarik disampingmu, kau mau menemaniku belanja kan? kapan kau berencana melakukan konferensinya?” tanyanya dengan antusias.

“sepertinya dalam waktu dekat, dan kapan pun kau siap aku juga siap, Ssinz-ah…kau sudah terlihat cantik tanpa harus berdandan dengan khusus, dan juga gumawoyo…”

Shin Hye tersenyum dan mengangguk, ia senang sekali melihat ekspresi cemas namjah itu sudah sirna dan wajah cerianya kembali menghiasi wajahnya, “bagaimana rasa buburnya? Aku tadi pagi mencari diinternet beberapa resep bubur, hya kenapa kau bisa semabuk itu semalam? Sudah tahu tidak kuat mabuk masih nekat menghabiskan banyak bir, Ah! Satu lagi, kau ini tidak pernah mengecek bensinmu ya?” tanyanya sambil mengerutkan dahinya  karena kesal.

“buburnya enak , ya walaupun agak aneh, kalau bensinku tidak habis mungkin aku tidak akan pernah melihat isi kamarmu ini, dan juga aku pasti tidak bisa mengobrol berdua denganmu seperti ini apalagi mencicipi masakanmu” canda Hongki dengan senyumnya yang ceria seperti biasanya.

“keterlaluan” desisnya. Lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari kamarnya dengan mulut mengumpat serentetan kata-kata dalam bahasa Thailand. Entah kenapa ia merasa ada kelegaan tersendiri melihat senyum di wajah Hongki, benar kata temannya itu, turuti kata hati, ia terus tersenyum sendiri didapur. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu. “tunggu sebentar” jawabnya. Ia membuka pintu rumahnya dan dihadapannya berdiri Jonghun dan Seunghyun yang memasang senyum lebarnya.

“selamat pagi nuna” sapa Seunghyun dengan senyum khasnya. Keduanya memakai kacamata hitam, Seunghyun mengenakan kaus putih panjang yang lengannya digulung serta topi berbahan jeans sedangkan Jonghun mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru tua. “nuna..apa kami boleh masuk?”

“ tentu saja, silahkan masuk” ia memberi jalan kepada dua namjah itu. Ia melihat kedua namjah itu sudah duduk rapi disofanya.

“Ssinz-sii apa kau tinggal disini sendirian?” tanya Jonghun, bola matanya berputar mengelilingi semua sudut ruangan.

“tidak, aku tinggal bersama Eunjung, kalian kemari..”

“oh kalian sudah sampai, cepat sekali” Hongki keluar dari kamarnya. “aku yang telpon mereka berdua untuk menjemputku” ucap Hongki padanya yang masih sedikit khawatir dengan keadaan namjah itu.

“kau menginap disini semalaman Hyeong? Wah kalian berdua pasti romantis sekali” Seunghyun menggoda mereka dengan mata takjubnya.

“kau jangan asal bicara Seunghyuni…Ssinz hanya membantuku pulang, oya kita pergi sekarang saja”

“Hongki apa kau benar-benar sudah siap untuk bertemu dengan direktur? Kau tahu diperjalanan tadi ada banyak wartawan yang menghadangi kami dengan pertanyaan mengenai dirimu” ungkap Jonghun, wajahnya tampak cemas.

“aku akan menggelarnya lusa, aku akan mengundang seluruh pers untuk datang ke konferensiku” tegas Hongki.

“kau tidak bohong kan Hyeong? Bagaimana bisa? Kau akan membawa Shin Hye nuna?” Senghyun berdiri dan matanya menatap Hongki dan Shin Hye bergantian.

“aku akan menemani Hongki ke konferensi itu” jawab Shin Hye tidak mau mengulur waktu. “Lagipula memang aku yang ada digambar itu dan aku juga penyebab semua ini, jadi sudah seharusnya aku membantu menyelesaikannya” tambahnya.

“baguslah kalau begitu, Ssinz-ssi kami sungguh membutuhkanmu sekarang, terimakasih” ucap Jonghun dengan membungkuk beberapa kali. “kalau begitu ayo kita pulang dan menyampaikan kabar baik ini ke Yoonho Hyeong, dia dari pagi sangat panic dan mondar-mandir seperti orang gila, kami pulang dulu ya Ssinz” ucap Jonghun yang sudah berdiri dan bersiap-siap.

“nuna gumawo” ucap Seunghyun sambil mengedipkan mata kirinya dan sedikit menjulurkan lidahnya

Seunghyun dan Jonghun berjalan keluar ruangan itu tapi Hongki masih berdiri ditempatnya menatapnya, “pulanglah, ehm..ini kunci mobilmu” ia menyerahkan kunci mobil itu ke Hongki.

Hongki mengangkat alisnya dan tersenyum pada Shin Hye,  ia meraih kunci itu dan langsung menarik Shin Hye kepelukannya, “terimakasih…asistenku” bisiknya. Ia memeluknya cukup lama dan erat seperti tidak mau melepaskannya lagi. Shin Hye balas memeluk namjah itu dan menganggukan kepalanya sambil tersenyum, degub jantungnya kembali menguat dan ia tidak peduli suara degub jantungnya itu akan terdengar oleh Hongki. “sama-sama bos…aku senang bisa membantumu” jawabnya lalu melepaskan pelukan itu dan tersenyum pada Hongki.

“aku pergi dulu, bye” ucapnya lalu tiba-tiba ia mengecup puncak kepala Shin Hye dan langsung berlalu meninggalkan gadis itu.

“apa ini?” ucap Shin Hye yang terpaku ditempat tidak berkedip sedikit pun. Semua memorinya mulai dari pertama kali ia bertemu dengan Hongki sampai namjah itu mendaratkan bibir dikeningnya, melayang-layang dikepalanya. “kenapa kau suka sekali membuatku seperti ini Hongkia..” rengeknya.

“aku pulang” Eunjung datang dan menatap Shin Hye heran, “kau kenapa seperti patung disini, mana Hongki oppa?”Tanyanya.

Shin Hye memandang temannya itu dan merengek tidak karuan “Eunjungah…aku jadi tambah menyukainya, bagaimana ini” ia meraung didepan wajah Eunjung.

Eunjung menenangkan Shin Hye, “coba tenang dulu baru jelaskan padaku maksud ucapanmu tadi”desak temannya itu. “sekarang dia dimana?”

“dia sudah pulang tadi dijemput Jonghun sama Seunghyun, kau tahu dia tadi..”

“Jonghun oppa tadi disini, Aish!!!!” Eunjung memotong cerita Shin hye, “lalu apa yang terjadi?”

“dia menciumku” jawabnya sambil tertunduk.

“apa? Disini” Eunjung mengacungkan telunjuknya dibibir.

“bukan, tapi dikepalaku” jawabnya sambil memegang kepalanya.

“hua kau beruntung sekali Ssinz-ah…dan sepertinya perasaanmu itu tidak bertepuk sebelah tangan, menurutku ia juga menyukaimu, chukae Ssinz-ah…” ujar temannya itu dengan penuh kebanggaan.

Shin Hye hanya bisa terperangah mendengarnya, “sangat tidak mungkin” ungkapnya dengan sedikit lemas. Ia memilih kembali masuk kekamarnya dan mendapatkan sedikit istirahat untuk meringankan kepalanya yang sudah semakin pusing dan berat. Ia merebahkan tubuhnya ketempat tidur dan terpejam sejenak, semua hal-hal hebat yang terjadi hari ini terus berputar dikepalanya, ia tiba-tiba teringat dengan keluarganya di Thailand, ia merogoh saku celanaya dan melihat kalender, “Sebentar lagi hari ulang tahun omma, aku harus pulang untuk melihat mereka, aku kangen mereka semua” ungkapnya dengan mata sedikit berkaca.

***

“apa kau yakin kalau dia benar-benar akan membantumu? Ingat beberapa minggu lagi tur asia kalian dimulai, apa kalian mau ini semua batal?” tanya Yoonho dengan nada suara agak meninggi.

“Aku sudah katakan kalau ini akan segera baik-baik saja, aku akan menggelar konferensinya lusa nanti tolong Hyeong hubungi semua media” pinta Hongki dengan sangat yakin.

“baiklah kalau begitu, oh ya semalam kau menginap dirumah Shin Hye? Kenapa dia masih mau ya  berurusan denganmu? Aneh sekali” ungkap Yoonho dengan sedikit berdecak bingung.

Hongki menyipitkan mata kearah Yoonho, ia sangat kesal mendengar ucapan hyeongnya barusan, “memangnya aku sesalah itu hah, aku capek mau istirahat dulu, Oh ya besok aku mau pergi belanja sama Ssinz, bolehkan?” tanyanya dengan sedikit memohon.

Yoonho hanya mengangkat alisnya dan mengangguk singkat, “memangnya mau belanja untuk apa? Sepertinya hubungan kalian semakin dekat” ungkapnya.

“tentu dong, Hongki hyeong memang kuakui hebat dalam menaklukan hati yeojah, terus terang saja Shin Hye onni itu benar-benar cantik, aku saja mau punya pacar seperti dia” Seunghyun tersenyum takjub.

“dia mau membeli pakaian untuk dipakainya nanti dikonferensi, katanya ia tidak mau terlihat tidak sepadan denganku” ucap Hongki datar. “oh ya Seunghyuni bisa kau membantuku?” ia menunjuk Seunghyun.

“aku? Bantu apa?”

“kau antarkan dia kesalon langganan kita ya, aku nanti akan buat janji dengan mereka, kau bisa kan? kau kan tahu alamatnya, ayolah” pinta Hongki.

Seunghyun sedikit kurang yakin dengan permintaan Hongki, “hyeong yakin minta tolong denganku? Jonghun hyeong kan juga tahu alamat nuna” ucap Seunghyun.

“iya, aku mempercayainya padamu, kau juga yang antarkan dia ketempat konferensi itu” ucap Hongki dengan sangat yakin, ia tidak mau membuat dongsaengnya itu ragu-ragu.

“Ssinz yang tanpa hiasan saja sudah sangat cantik dan seperti artis, bagaimana kalau dia di makeover ya, kau hebat Hongkia bisa menyukai gadis seperti dia, seleramu tinggi” tambah Jonghun.

“ngomong-ngomong, apa pekerjaan Shin Hye sekarang?” tanya Yoonho yang ikut tertarik untuk ikut berbicara.

“dia mahasiswi di Universitas Korea, dia calon desainer” jawab Hongki dengan senyum bangga. “Oh ya diacara Golden Disk nanti aku akan memakai jas buatannya” tambahnya.

“hebat sekali, aku percaya saja padamu Hongki, kau memang hebat” ucap Yoonho dengan senyum bangga dan pergi meninggalkan ruangan itu.

“jas? Kau dibuatkannya jas?” tanya Jonghun dengan wajah kaget.

“iya… sebenarnya itu tugas kuliahnya tapi dia membuatnya untukku” jawabnya lalu pergi kekamar meninggalkan Jonghun dan Seunghyun yang masih terperangah.

Part 6

Shin Hye sudah bersiap dari sejam yang lalu, hari ini ia akan belanja bersama Hongki untuk memilih pakaian yang pas untuk dipakainya besok, bukan berlebihan tapi ia hanya ingin mengimbangi profesi Hongki, ia sudah menelpon namjah itu dan sepertinya sebentar lagi sampai. Eunjung keluar lari kamarnya dengan pensil masih tersangkut dilipatan telinganya sambil memandangnya dengan senyuman geli, ia sadar seharusnya sekarang giliran ia membantu temannya untuk mengerjakan tugas kuliahnya yaitu menggambar kontruksi jembatan untuk lima tahun yang akan datang, sulit, tapi tidak bagi temannya itu. “Hongki oppa belum datang ya? Kasihan sekali temanku menunggu lama” ejek temannya itu sambil menuangkan air untuk minum.

“maaf Eunjung aku tidak bisa membantumu mengerjakan tugasmu” ungkapnya dengan wajah tidak enak.

“tidak apa-apa, wah aku senang melihatmu berani membantu oppa” ucapnya dengan senyum puas, Eunjung berdiri menyandar ke meja yang menghadap kearah Shin Hye dan memandang gadis itu sambil geleng-geleng, “kau hebat Ssinz-ah, aku salut padamu” ungkapnya.

Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi yang sudah pasti itu Hongki yang sudah berjanji akan menjemputnya. Dengan cepat Eunjung mendahului Shin Hye dan membukakan pintu, begitu pintu terbuka Hongki langsung tersenyum padanya dan Eunjung, “Ssinz-ah pacarmu datang” canda temannya sambil menyikut sikunya, ia menyipitkan mata melihat ulah temannya itu, “baiklah, aku masuk dulu mau mengerjakan tugasku, kalian berdua..FIGHTING!!” ungkap Eunjung dengan semangat sambil mengepalkan kedua tangannya keatas dan bergegas masuk kekamarnya.

Mereka berdua saling bertukar pandang, “kau sudah siap?” tanya Hongki padanya, ia hanya mengangguk dan mereka pun keluar bersama dari apartemen itu.

“kita mau kemana?” tanya Hongki sambil memasang sabuk pengaman untuknya.

“terserah kau saja, aku masih belum hafal tempat-tempat di Korea” ucapnya dengan merasa agak malu pada Hongki.

“baiklah kalau begitu” ucap Hongki dengan senyum terpancar diwajahnya. Hongki mengendarai mobilnya menuju Gangnam, alunan musik dimobil itu membuat Shin Hye bergelingsut dikursi empuk mobil itu sambil memejamkan mata. Tidak terasa Shin Hye semakin terlelap dalam tidurnya.

***

Hongki melirik sekilas pada gadis disampingnya itu dan dengan segera meminggirkan mobilnya melihat Shin Hye tidur dalam posisi yang salah. Dengan sangat hati-hati ia mengangkat kepala Shin Hye dan sedikit menurunkan sandaran tempat duduk gadis, sekarang Shin Hye tidur dalam posisi lebih nyaman dari yang tadi. Hongki bingung apa yang membuat gadis itu sangat ngantuk, ia melanjutkan mengendarai menuju COEX Mall.

Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan mereka, ia memandang Shin Hye yang masih pulas tertidur, rasa-rasa ia tidak tega untuk membangunkan gadis itu. “Ssinz-ah…kita sudah sampai” ucapnya dengan pelan sambil membukakan sabuk pengaman Shin Hye, gadis itu mengerang lalu menguap dan matanya sudah mulai terbuka, mata bulat itu memandang wajah Hongki lama dan mengerjap beberapa kali padanya. “kita sudah sampai, ayo bangun”.

“benarkah? Aduh…maaf ya aku jadi tertidur” ucap Shin Hye sambil tertawa malu, “kita dimana sekarang?” Tanya gadis itu dengan suara khas bangun tidurnya.

“COEX mall, kita di Gangnam sekarang, ayo turun” ucap Hongki lalu keluar dari mobilnya, diikuti juga oleh Shin Hye. Hongki menengok kebelakang melihat Shin Hye yang masih celingukan dengan keadaan disana dan sesekali ia hampir menabrak orang yang sedang berjalan. “auw” jerit Shin Hye yang baru saja menabrak troli. “kau ini! Hati-hati dong kalau jalan” teriak pengunjung tersebut. Dengan cepat ia menarik tangan Shin Hye dan mengucapkan maaf pada pengunjung itu, “Hongki oppa? Vokalis…” ucap pengunjung itu dengan beberapa temannya. Hongki hanya melempar senyum pada mereka lalu berjalan dengan cepat sambil mengenggam tangan Shin Hye.

“Hongkia…kau tidak pakai kacamatamu atau apalah untuk menutupi wajahmu?” tanya gadis itu.

Hongki menatap wajah Shin Hye yang berjalan disampingnya itu, “untuk apa? Lagipula sangat tidak nyaman kalau jalan-jalan pakai kacamata hitam dan topi, persis seperti penjahat” ucapnya dan Shin Hye hanya menyunggingkan senyumnya. Ia membawa gadis itu masuk ke salah satu  butik kenalannya itu. Ia langsung disambut dengan senyum lebar temannya yang merupakan pemilik butik ini, Lee Min Jung, yang juga merupakan gadis yang paling dicintai oleh Jonghun. “wah sepertinya kita kedatangan tamu spesial, Hongkia bagaimana kabarmu?” tanya Min Jung dengan senyum cantiknya, jujur saja Jonghun sangat beruntung punya pacar dengan wajah luar biasa cantiknya ini tapi, sayangnya mereka tidak mau mempublikasikan hubungan mereka.

“baik nuna, kau tidak mau tanya kabarnya Jonghun?” candanya, dan Min Jung langsung tersenyum dengan wajah merona merah.

“kalau kabarnya aku selalu tahu setiap waktu, oh ya ini…pacarmu? Yang sedang hangat diberitakan itu bukan?” tanya Min Jung dengan wajah ragu.

“iya, maksudku dia temanku, Ssinz-ah  perkenalkan ini Min Jung nuna” ucapnya pada Shin Hye yang masih bengong entah apa yang dipikirkan gadis itu.

“Ah perkenalkan namaku Park Shin Hye tapi Onni bisa panggil aku dengan Ssinz” Shin Hye berjabat tangan dengan Min Jung.

“Hongkia, kau pasti mau mencarikan pakaian untuk Ssinz kan?kalau boleh tahu, pakaian untuk ke acara apa?” tanya Min Jung.

“ehm, besok aku dan Ssinz akan menggelar konferensi pers untuk klarifikasi gosip yang selama ini beredar dan aku ingin minta bantuan nuna untuk mencarikan dress yang cocok untuknya” Hongki menarik Shin Hye kedepan Min Jung, gadis itu mendongak kaget menatapnya. “kau mau pakaian seperti apa?” bisiknya pada Shin Hye.

“Onni, bisa kau memberiku dress yang akan membuatku terlihat pas untuk berdampingan dengan Hongki, karena terus terang aku takut terlihat tidak cocok untuk menjadi pasangan seorang artis terkenal” gumam Shin Hye dengan sedikit malu. Hongki kaget mendengar pernyataan itu, jujur saja ia tidak berpikiran demikian, baginya Ssinz yang biasa saja pun terlihat cantik dan pantas untuk berada disampingnya.

Min Jung berjalan mengelilingi Ssinz dan menatapnya tanpa cela sedikit pun, “jujur saja kau bahkan terlihat cantik dengan dandanan biasa-biasa seperti ini, apalagi kalau di makeover, aku yakin Hongstar akan iri padamu” canda Min Jung sambil mengibaskan rambut panjangnya kebelakang, “ah kau ikut aku” Ia membawa Ssinz menuju ruangan lain butiknya yang memang lumayan luas itu. Hongki tidak mungkin mengikuti mereka dan lebih memilih untuk menunggu dikursi yang disediakan untuk para pengunjung.

Selama setengah jam lebih ia duduk dikursi tersebut tapi Ssinz belum juga keluar dari ruangan itu. Ia bersyukur karena kebetulan butik ini tidak terlalu ramai dan juga interior ruangannya membuat mata nyaman.

“Hongkia bagaimana menurutmu?”suara Min Jung yang lantang memecahkan lamunan Hongki.

Ia menatap Shin Hye yang sudah berdiri dengan dress berwarna merah berbahan satin, tanpa lengan dengan belt hitam melilit dipinggangnya. Pemandangan ini membuat Hongki sedikit terkejut karena jujur saja gadis itu sangat cantik dengan dress berwarna merah itu. Ia berjalan mendekati Shin Hye yang tertunduk malu, ia menggandeng tangan gadis itu dan menghadap kearah Min Jung, “bagaimana menurut nuna, cocok tidak?” tanya nya, ia tahu Shin Hye sekarang sedang menatap bingung padanya.

Min Jung hanya mengangguk-anggukan kepala dengan senyum takjubnya, “cantik, kalian pasangan yang sangat serasi, aku pasti tidak akan melewatkan tayangan konferensinya” ucap Min Jung.

Ia melirik Shin Hye dengan senyum mengembang dan gadis itu hanya tersenyum singkat.

***

Hongki mengantar Shin Hye sampai didepan pintu apartemen gadis itu, “malam ini kami akan tampail di Golden Disc, kau jangan tidak nonton ya, awas kalau sampai lupa, aku pulang dulu ya, bye” Hongki melambaikan tangannya sambil tersenyum yang menunjukan lengkungan matanya seperti membentuk pelangi.

“tunggu dulu, terimakasih ya untuk hari ini, sampai jumpa dikonferensi, bye” ucap Shin Hye sambil melambaikan tangan lalu masuk kedalam apartemennya. Hongki hanya bisa tersenyum menghadap pintu rumah itu.

Ia langsung melajukan mobilnya kembali keapartemennya karena malam ini mereka akan tampil untuk acara penghargaan musik berskala besar di Korea. Yoonho  sudah beberapa kali mencoba menelponnya tapi sengaja tidak diangkatnya.

Hongki masuk kedalam apartemennya dan melihat Yoonho sedang menatapnya dengan tangan dilipat didada, “kau ini kutelpon berapa kali tapi tidak kau angkat, keterlaluan, aku tahu kau sedang bersama gadis yang kau cintai tapi, jangan kau abaikan aku ini, Hyeongmu!!!” oceh Yoonho dengan mulut nyerocos tanpa henti.

“miane, oh ya kita masih ada waktu kok untuk latihan” ucap Hongki sambil melihat jam tangannya, “mana yang lain?” tanyanya.

Yoonho memutar bola matanya keatas sambil menunjukan telunjuk keatas. Hongki hanya mengangkat sebelah alisnya menanggapi ekspresi Hyeongnya.

“CEPATLAH SUSUL MEREKA!!!” jerit Yoonho dengan sangat geram.

“baiklah hyeong, tidak perlu berteriak seperti itu!!!” Hongki langsung lari terbirit-birit menaiki tangga menuju ruang latihan. Ia dengan cepat menyerbu ruangan itu, semua temannya hanya geleng-geleng dan melanjutkan permainan mereka begitupula dirinya yang langsung ikut berlatih. Untunglah semua orang latihan dengan semangat karena malam ini bukan acara biasa melainkan acara yang diadakan satu tahun sekali.

***

Selesai mandi Shin Hye langsung duduk bersantai disofa sambil menyalakan TV, Eunjung temannya ikut duduk disampingnya sambil membawa sebungkus kentang goreng yang dibuatnya sendiri. “Eunjungah, kau tahu stasiun TV mana yang menayangkan Golden Disk?”tanya nya tanpa memalingkan pandangannya ke TV dengan tangannya terus memencet remote mencari stasiun TV.

Eunjung merebut remote itu, “sini” ia memencet beberapa nomor dan langsung keluar stasiun TV yang dicarinya itu, “tumben sekali kau nonton acara ini, mau lihat Hongki ya?” sindir Eunjung dengan mulut mengunyah kentang yang masih hangat itu.

Shin Hye hanya mengangguk singkat, “dia memintaku untuk meyaksikannya. Oh ya apa MBLAQ juga datang keacara ini?” tanyanya sambil melirik temannya itu.

“pastinya lah…acara ini adalah acara penghargaan untuk para pemusik jadi sudah pasti mereka datang” jawabnya, “wah ini yang kutunggu, red carpet!!! Aku ingin lihat gaya artis terkenal kalau lagi jalan di red karpet” ucap Eunjug takjub.

Shin Hye memusatkan kembali ke TV, ia heran kenapa FTIsland belum muncul dan baru beberapa boyband saja yang disorot dan diwawancarai. Tidak lama dari situ, sebuah van berwarna hitam berhenti didepan red karpet kemudian seorang namjah keluar dengan jas putih dengan mengenakan kacamata bening sambil tersenyum lebar pada semua orang, “Jonghun! Benar itu Jonghun!”

“OPPA!!!!” jerit Eunjung dengan histeris, Shin Hye hanya menyipitkan mata melihat temannya itu kemudian memusatkan pandangannya kembali menunggu Hongki. “Ssinz-ah i..itu..jas yang kau buat kan?” Eunjung mengejutkannya dengan mulut menganga tidak percaya, ia hanya tersenyum melihat Hongki yang sedang melambaikan tangan kekamera, saatnya sesi wawancara, inilah yang ditunggunya, dengan cepat ia menambah volume TVnya.

“Annyeonghaseo FTIsland-imnida!!!” ucap kelima namjah itu bersama dengan nada semangat dan senyum memancar ditiap member. “aku senang sekali kami bisa kembali menghadiri acara yang bergengsi ini lagi, dan kami berharap dapat memenangkan kembali, mohon doanya” ucap Hongki dengan yakin.

“Hongki-sii kau tampak sangat segar dengan jas ini, apa mungkin karena gadis yang sedang dekat denganmu itu?” tanya salah satu wartawan.

Ssinz merasakan debaran jantungnya kembali cepat, sampai-sampai ia tidak peduli Eunjung yang menyikutnya tadi, ia penasaran apa yang akan dijawab Hongki, namjah itu hanya tertunduk dan menatap teman-temannya dengan wajah bersemu, entah apa yang membuat namjah itu berekspresi seperti itu.

“benarkah? Ah itu juga salah satu alasannya, jas ini dibuat oleh gadisku sendiri dan aku yakin dia sekarang pasti sedang menyaksikanku” ucap Hongki dengan sedikit tertawa dan pipinya kembali berubah pink. Begitu pula Seunghyun dan Jonghun yang seperti sedang berbisik dan saling tertawa.

“wah sepertinya kau sangat menyayaginya, pastinya beruntung sekali gadis itu punya pacar sepertimu, kapan kau akan mengenalkannya pada kami?”

“ehm…secepatnya, mungkin besok hahaha” jawab Hongki.

“Hongki sudah mengatur waktu untuk konferensinya” sela Jonghun.

“baiklah kalau begitu, semoga kalian kembali menjadi pemenang diacara ini” ucap wartawan itu dan FTIsland langsung berlalu.

Shin Hye tersenyum sendiri melihat televisi, ia mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan teks untuk namjah itu.

To: Hongki

“Hya bos!!! Kau tampan juga memakai jasku, semoga beruntung!!” send! Ketik Ssinz.

“aku tidak sangka Hongki oppa sangat bagus memakainya, kau hebat Ssinz, kau lihatkan bagaimana ekspresi oppa saat ditanya mengenai dirimu, wajahnya langsung malu-malu. Sepertinya kau tidak bertepuk sebelah tangan” Eunjung meledeknya sambil menyikut tangannya.

Mengingat semua kejadian yang pernah ia alami bersama namjah itu membuatnya tertawa sendiri dalam hati, ia tidak sangka hubungannya dengan namjah itu akan sampai sejauh ini, Hongki begitu mempengaruhi hidupnya, memberinya motivasi dan semangat yang luar  biasa. “gumawo Hongstarku” gumamnya tanpa mengelurkan suara. Besok adalah giliran dia untuk melakukan yang terbaik untuk namjah itu, semoga semuanya lancar. Ia kembali memusatkan pandangannya ke televise.

***

“Ssinzah…ayo bangun..Seunghyun datang untuk menjemputmu” Eunjung membuka selimutnya dan membuka tirai membuat silau matanya.

“siapa yang mencariku sepagi ini sih!!!” erangnya tanpa bergerak sedikit pun dari tempat tidur. Ia membuka sedikit matanya dan melihat Eunjung sudah berdiri dengan tatapan kesal. Dengan malas ia duduk diranjangnya itu sambil menggaruk-garuk kepala.

“Seunghyun datang untuk menjemputmu, apa kau lupa kalau hari ini konferensi persnya?” tanya Eunjung dengan nada kesal.

“OMO!!!….aku lupa” dengan langkah cepat ia berlari keluar kamarnya sambil menenteng handuk dibahunya, diruang tamu Seunghyun sedang duduk disofa, ia membungkuk lalu tersenyum pada namjah itu kemudian berlalu masuk kedalam kamar mandi.

Setelah selesai mandi ia langsung berlari menuju kamarnya untuk berdandan, ia mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan gaun merah yang dibelinya kemarin bersama Hongki, dengan hati-hati ia memasukan badannya kedalam gaun cantik itu, ia memandang bayangannya dicermin dan tersenyum sendiri sambil berputar beberapa kali. Dengan setengah berlari menuju meja rias ia mengeluarkan semua alat riasnya yang dia punya, ia memulai dari rambutnya yang membuatnya bingung, “ah sepertinya lebih bagus kalau kusanggul saja” ungkapnya. Sentuhan terakhir ia menguaskan lipsense berwarna pink miliknya lalu langsung keluar dari kamarnya.

“Seunghyuni maaf kau menunggu lama, kita berangkat sekarang?” ia mengejutkan dua orang yang sedang mengobrol diruang tamu.

“wah kau cantik sekali Ssinzah… sungguh kau sangat cantik” Eunjung mendekatinya dan menatapnya takjub. “semoga semuanya berjalan lancar, aku yakin kau akan membuat iri semua orang” ucapnya.

“nuna…” panggil Seunghyun sambil beranjak dari sofa dan tersenyum lebar padanya.”sepertinya aku tidak perlu membawamu kesalon lagi, kau sangat cantik” ungkap namjah itu, “baiklah kita langsung saja ketempatnya” Seunghyun menawarkan tangannya, sikap Seunghyun padanya itu agak berlebihan menurutnya tapi apa salahnya dari pada menolak, akan lebih tidak baik lagi.

“aku pergi dulu Eunjung” ucapnya pada temannya itu.

Sunghyun menuntunnya berjalan menuju van hitam besar yang terparkir didekat apartemen mereka. Namjah itu membukakan pintu untuknya, “terimakasih” ucapnya pada namjah itu. “sebenarnya dimana konferensinya nanti?” tanyanya pada Seunghyun yang sudah mulai melajukan van itu.

“dikantor agensi kami nuna, sebenarnya Hongki-hyeong menyuruhku untuk mengantrkanmu kesalon langganan kami untuk mendandani nuna tapi kulihat nuna sudah secantik ini jadi kuurungkan saja” ungkap Seunghyun dengan senyum nakalnya yang tak pernah ketinggalan.

“benarkah, terimakasih” ucapnya. “Oh ya Seunghyuni, menurutmu seberapa banyak orang yang datang nanti?” tanya nya yang mulai gugup minta ampun.

“sepertinya akan ada banyak media yang datang, nuna takut ya” ejek Seunghyun.

“tidak tapi aku Cuma merasa gugup, aku takut nanti akan ada banyak pertanyaan dari wartawan dan aku tidak bisa menjawabnya” ungkapnya sambil menghela nafas panjang dan memandang keluar.

“nuna tidak perlu cemas, Hongki-hyeong tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, akan ada banyak jawaban yang akan diucapkan hyeong, nuna percaya saja padanya” ucap Seunghyun dengan wajah yakin.

“iya, semoga saja” gumamnya.

Setelah setengah jam lebih mereka diperjalanan akhirnya mobil mereka menepi dilobi disebuah gedung kantor yang sangat besar, ‘FnC Media’. Ini merupakan kantor pusat tempat band ini bernaung, suasana depan gedung sudah dipenuhi wartawan, “apa kita harus turun disini Seunghyuni” ucapnya dengan tatapan cemas.

“Sepertinya iya nuna…ah kita lewat belakang saja”Seunghyun melajukan mobilnya lagi menuju lapangan parkir belakang. Perasaan lega menjalari mereka berdua, Seunghyun memarkirkan mobilnya tepat didekat pintu belakang. “ayo nuna kita masuk sekarang, hyeong pasti sudah menunggu” ujar Seunghyun sambil membukakan sabuk pengaman untuknya.

Mereka berdua masuk kedalam kantor itu dan manajer FTIsland sudah menunggu sambil berjalan mondar-mandir, tatapannya langsung berbinar begitu melihat mereka berdua. “akhirnya kalian tiba juga, aku cemas setengah mati disini, wah Shin Hye-ssi kau cantik sekali” puji Yoonho sambil menggelengkan kepala.

“kau sudah sampai” tiba-tiba suara Hongki terdengar dari belakang tubuhnya. Ia menoleh kebelakang dan namjah itu sudah berdiri tegak dibelakangnya sambil tersenyum. “ayo” Hongki menjulurkan tangannya pada Shin Hye.

“Hongki…apa yang harus aku katakan nanti?” tanyanya yang sudah bertambah gemetar, tubuhnya mulai dingin dan jantungnya berdegub kencang. “Ssinzah kau tidak boleh seperti ini” ucapnya dalam hati.

Hongki menarik tangan Shin Hye dan matanya langsung terbelalak menatap gadis itu, “tanganmu dingin sekali Ssinz-ah… kau tidak perlu cemas , kau tidak perlu menjawab semua pertanyaan mereka, lagipula aku kan ada disana juga” ucap Hongki sambil mendekatkan wajahnya padanya.

Shin Hye menatap lurus mata Hongki yang hanya berjarak beberapa senti darinya, “maaf, seharusnya aku tidak seperti ini, ayo” ucapnya.

Hongki langsung menggandeng Shin Hye entah kemana namjah itu mau membawanya. Perasaannya sudah agak tenang dari sebelumnya, tangan namjah itu menggenggam tangannya erat dan ia sangat percaya kepada namjah itu. mereka berjalan menuju sebuah ruangan khusus seperti ruang rapat yang sudah dipenuhi wartawan beserta kamera besar mereka. Suasana diruangan itu jadi riuh ketika Hongki dan Shin Hye muncul dengan berdampingan dan Hongki melempar senyum kepada semua yang ada disana.

“silahkan duduk disini” Yoonho datang menghampiri mereka berdua dan menyiapkan bangku untuk mereka berdua.

Mereka bertiga duduk bersama dihadapan para wartawan, Yoonho membuka konferensi itu, “selamat siang teman-teman media sekalian, terimakasih kalian mau datang ke konferensi pers ini, untuk mempersingkat waktu kami hanya menerima tiga pertanyaan pada sesi tanya jawab nanti dan selebihnya akan dijelaskan oleh saudara Lee Hongki”

“Selamat siang semuanya” sapa Hongki dan dijawab oleh semua yang ada diruangan itu, kilatan sinar kamera dan suara jepretan kamera memenuhi ruangan itu, semua kamera terfokus pada sosok Shin Hye. “terimakasih kalian semua mau datang kemari, hari ini aku mau meluruskan gossip yang saat ini sedang menimpa band kami terutama pada diriku sendiri” ungkap Hongki, suasana ruangan menjadi diam dan hanya suara kamera yang terdengar, “gadis disebelahku ini, namanya Park Shin Hye, dia adalah gadis yang ada difoto bersamaku yang saat ini sedang beredar diinternet, kami memang sudah berpacaran sudah lumayan lama dan kami memang sengaja tidak mau mempublikasikan hubungan kami karena suatu alasan pribadi, kami minta maaf atas hubungan kami yang sempat tertutup ini” ucap Hongki tegas. “apakah ada pertanyaan?” tanya Hongki.

“Park Shin Hye sii, bagaimana perasaanmu saat mengetahui hubungan kalian tertangkap oleh media?” tanya salah seorang wanita yang duduk dibarisan depan.

Shin Hye mencoba menarik nafas panjang dan menenangkan dirinya sejenak sebelum mengeluarkan suaranya “pada awalnya sangat terkejut tapi sepertinya memang sudah saatnya kami mengumumkan hubungan kami ini” jawabnya singkat.

“semalam Lee Hongki sii mengungkapkan di Golden Disc bahwa jas yang dipakainya dibuat oleh gadisnya, apa yang dimaksudkan ‘gadisku’ itu Park Shin Hye? Mohon penjelasannya terima kasih” tanya salah seorang lagi.

Hongki sempat  tertawa singkat menghadap Shin Hye lalu menjawab dengan senyum yang mengembang, “iya yang kumaksud gadisku itu adalah Shin Hye, dia merancang dan menjahitnya sendiri, aku sangat bangga pada pacarku ini” ungkapnya.

“ngomong-ngomong aktivitas sehari-hari Park Shin Hye sii adalah seorang desainer kah?”

“anieo,maksudku, dia baru calon desainer, sekarang dia lagi menuntut ilmu dibidang Desainer di Universitas Negeri Korea” jawab Hongki bangga. Shin Hye hanya tersenyum simpul menanggapi jawaban dari Hongki. “kami juga mengharapkan kalian semua, terutama penggemarku dan FTIsland, kami minta restu dari kalian semua, terima kasih” tambah Hongki.

Yoonho berdiri dari kursinya, “baiklah, saya rasa sesi pertanyaan sudah bisa ditutup, informasi tadi sudah lumayan jelas. Kami sangat berterimakasih sekali lagi atas kehadiran teman sekalian, terima kasih” Mereka bertiga membungkuk dan tersenyum menghadap kamera wartawan yang serempak memotreti  bertiga, tapi fokusnya hanya mereka berdua. Hongki menggandeng lengan Shin Hye erat dan sempat tersenyum pada Shin Hye, entah itu bagian dari aktingnya atau bukan. Mereka akhirnya berlalu keluar dari kerumunan wartawan itu dan menuju kelantai atas.

Seung Hyun, Jonghun, Minhwan dan Jaejin ternyata sedang ribut berbincang membicarakan mereka berdua, “bagaimana? Apa semuanya lancar?” Jonghun langsung beranjak dari sofa, rona penasaran tampak diwajahnya.

Hongki tersenyum pada Shin Hye, “berkat hebatnya acting Ssinz semuanya berjalan lancar” jawab Hongki dengan senyum mengembang.

“baguslah kalau begitu…lalu kalian akan tetap melanjutkan sandiwara ini sampai kapan?” tanya namjah berhidung mancung itu lagi.

Hongki dan Shin Hye saling lirik satu sama lain, gadis itu hanya tertunduk dan membiarkan Hongki yang menjawabnya, “lihat saja nanti kedepannya, sepertinya iya” jawabnya dengan agak ragu.

“Ah Shin Hye ssi..terimakasih sekali atas bantuanmu ini” Yoonho datang dengan tiba-tiba dan nafas ngos-ngosan seperti habis berlari sepuluh keliling lapangan.  Namjah tua itu menggenggam tangan Shin Hye dan raut wajahnya sangat tulus.

“sama-sama Ahjussi,aku juga senang masalah ini sudah selesai” Ungkap Shin Hye dengan senyum tulus. “Hongki juga banyak membantuku selama aku di Korea, jadi sudah saatnya aku membalas semua itu” tambahnya sambil melirik namjah yang masih berdiri disampingnya itu, mata namjah itu mengerjap beberapa kali menatapnya.

“Hyeong apa mereka semua sudah pergi?” tanya Hongki.

“ah iya, memangnya kau mau kemana?”

Hongki melirik Shin Hye lagi, “aku mau mengajaknya keluar sebentar”

“ah kurasa mereka masih menunggumu diluar, bagaimana ya??” ucap Yoonho sambil mencoba berpikir.

“aku bawa mobilku sendiri kemari, Hongki hyeong boleh memakainya kalau mau?” Jaejin menawarkan diri.

“benarkah? Tentu saja aku sangat membutuhkannya Jinniah..” ungkap Hongki dengan semangat dan merangkul temannya itu.

Shin Hye memandang Hongki dengan wajah penasaran, “memangnya kau mau ajak aku kemana?”

“ehm…rahasia, sekarang kau ikut aku saja” Hongki menarik tangan Shin Hye dan berpamitan kesemua teman-temannya. Namjah itu menuntun Shin Hye berjalan melalui pintu belakang menuju parkiran atas, langkah kaki namjah itu sangat cepat bahkan setengah berlari. “hey kita mau kemana?” Shin hye mendongak menatap namjah itu.

Hongki menghentikan langkahnya dan menatap Shin Hye lurus, “kenapa? Kau ada urusan lain sekarang?” tanyanya.

“ah tidak, aku Cuma heran kenapa kau buru-buru sekali” gumam Shin Hye sambil tertunduk. Namjah itu kembali menggandeng tangannya dan berjalan langsung menuju sisi kursi penumpang dan membukakan pintu mobil untuknya.

Hongki masih belum menjawab pertanyaan Shin Hye dan langsung melajuakan mobilnya, “kalau aku beritahu pasti tidak akan spesial lagi” ucap Hongki secara tiba-tiba memecahkan lamunan gadis itu. Entah apa yang sudah direncanakan Hongki, namjah ini selalu membuat kejutan dan selalu berhasil membuat Shin Hye…terkejut!.

To be continue…

Part 3-4—–> Klik

4 responses

  1. kereeeennn,,,

    13/10/2011 pukul 6:13 pm

  2. cepetan lanjutin dunk chingu…!

    13/10/2011 pukul 6:14 pm

  3. Ping-balik: [HongYe's Fanfic] “Bonjour! Madame Croissant” (Pt.7) | Five Treasures Boys in Absolute Island (Indonesia)

Your appreciation please....

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s