FTISLAND & MBLAQ I News Update I Twitter Update I Pictures Update

[FANFIC] My Beautiful Journey part 1 of 2

The casts :
– Lee Hongki as Hongki
– Park Shin Hye as Ssinz (guide tour)
– FT Island
Author : IntanOngkia
Genre : Romance“wah kopi ini harum sekali” aku mengaduk-aduk dengan gemulai secangkir kopi luwak yang terduduk dimeja kerjaku. Kopi ini baru saja dikirim dari Aceh setelah kami sekantor ini menunggu kedatangan kopi ini selama seminggu.

“Ssinz…. ada telpon untukmu!!” Angel-resepsionis kantor kami- memanggilku.

“siapa?” ucapku tanpa mengeluarkan suara sambil menggenggam telpon.

“sepertinya dari Korea” ucap Angel tanpa bersuara.

“Selamat pagi ini dari Biro Perjalanan “Beautiful Journey” , bersama saya Park Shin Hye , siapa disana?” Aku menyapa dengan semangat.

“ah Annyeonghaseo..” lelaki  bersuara serak basah tersebut menyapaku dengan bahasa Korea.

“ne Annyeonghaseo, nugu ne? ada yang bisa saya bantu?” aku menyapanya.

“aku butuh kau untuk memanduku berjalan-jalan di Palembang” lelaki tersebut langsung kepokok permasalahan. Tampaknya namjah ini masih kecil, melalui cara bicara dan suaranya yang kekanak-kanakan.

“ah ye kalau boleh tahu namamu siapa? Dan kapan kau tiba di Palembang? Nanti aku akan menjemputmu” Aku mengeluarkan note kecil dari saku hoodieku, dinote itu aku biasa mencatat nama klienku.

“Ehmm… Lee Hongki-imnida, besok pagi aku sudah tiba di Palembang, sepertinya sudah cukup informasinya. Aku harap kau tidak telat” namjah tersebut menjawab dengan singkat pertanyaanku dan sedikit membuatku kesal dengan sikap ketus namjah tersebut.

“ah ye tenang saja Agen Shin Hye selalu berusaha tepat waktu..”belum selesai, namjah tersebut memotong ucapanku.

“kalau begitu sudah dulu, sampai jumpa besok” namjah tersebut memutuskan telponku.

“Aisshhhhh…… na nugu yaaaa??? Kalau saja bukan klienku sudah kuceramahi kau!!! Dasar namjah babo tak punya sopan santun!!!” aku meremas note kecilku dan membuat catatan tersebut sedikit robek.

“oh eotokeh???? aku merapikan lipatan-lipatan kertas tersebut. “Ah untunglah namanya masih utuh”

“Ah namanya Lee Hongki, nama yang lucu!! Semoga saja aslinya tidak seketus ditelpon tadi” aku memasukkan noteku kekantung hoddieku dan menghampiri kopiku yang sedari tadi memanggil-manggil hidungku dangan harumnya.

 

Keesokan harinya……

Aku berpikir lama sepanjang kumenunggu di bandara Sultan Mahmud Badarudin II, dengan membawa spanduk kecil yang kubuat dari karton keras yang bertuliskan namaku, dan nama biro perjalanan kami. Aku heran tumben sekali ada wisatawan Korea yang berlibur ke Palembang, sepanjang pengalamanku jadi pemandu biasanya orang Korea memilih berlibur ke Bali dibandingkan kota lain di Indonesia. Apalagi ini bukanlah bulan libur di Korea. Baru sekali ini aku menerima klien dari Korea, aku harap dapat bekerjasama dengan baik dengannya.

“kemana kau Lee Hongki???” gerutuku.

Hongki POV

“Ah ye manajer-nim..tenang saja aku akan segera kembali ke Korea. Aku Cuma butuh refreshing saja. ..Aku ingin memancing ikan disini, katanya disini ada Sungai besar yang terletak dipusat kota. Sudah lama aku ingin kesini dan akhirnya tercapai…ahhh aku titip dongsaeng-dongsaengku dan suamiku Jonghun~shi…” aku tertawa, aku tahu semua member pasti sedang cemberut mendengar telponku yang sengaja diloudspeaker oleh Manajer Ma –manajer FT Island, yang sudah mengurus kami yang badung-badung minta ampun– aku sengaja tidak mengajak mereka dan merahasiakan rencana liburanku ke Palembang ini, aku ingin menenangkan pikiranku yang selama ini penat dengan jadwal manggung yang padat ,mengahapal skrip, dan jadwal syuting yang kejar tayang.

“Hongkiaaa kau jahat tidak memberitahuku!!!! Awas kalau kau melirik namjah lain disana, kalau urusanmu sudah selesai cepat kembali…. Naega cheongmal bogoshippoyo” Jonghun merengek ditelpon, sudah terbayang olehku ekspresi wajah Jonghun.

“ya… Jonghun-hyung!!! Hongki hyung itu namjah, jangan kau anggap ia seperti benar-benar yeobomu” terdengar suara Seunghyun memarahi Jonghun.

“Hyung…aku titip ayam ya!!!” Minan meneriakiku dengan semangat.

“hya..kau kira aku sedang dipasar, Jaejinah aku Cuma bisa mengandalkanmu mengurusi dongsaeng-dongsaengmu dan jagiaku Jonghun kekekke”

“tenang saja hyung semua beres serahkan saja padaku” Jaejin menjawab dengan sangat yakin, aku sudah biasa mengandalkan Jaejin dalam menghadaapi member-member lainnya, terutama Seunghyun yang super duper jahil mengerjai Minan sampai nangis, Seunghyun agak takut dengan hyungnya, Jaejin.

Aku menutup telpon dan berjalan dengan menenteng kamera XLR ditanganku. Aku berjalan menyusuri mencari yeojah bernama Park Shin Hye dan mataku tertuju kesosok yeojah yang sedang duduk lemas dan tertidur pulas sambil memegang spanduk, dan benar sekali namanya PARK SHIN HYE.

Aku mengahampirinya dan mencoba menyapanya.

“Park Shin Hye-shii..aku memanggil namanya tapi ia masih tertunduk dangan mata tertutup.

“ah mianeo..kau pasti sudah lama menungguku” ucapku dalam hati.

Aku mengguncang-guncangkan tubuhnya, tapi masih tetap tidak mau bangun. Aku Cuma bisa duduk disampingnya menunggunya bangun. Baru sekali ini aku mengahadapi orang yang susah dibangunkan seperti dia, aku sudah teriak ditelinganya, mengguncang-guncang tubuhnya tapi bukannya bangun malah aku yang terlemas membangunkannya.

 

Dua jam kemudian (*C*`)

Aku masih mencoba membangunkannya, namun hanya dengan melambaikan telapak tanganku diwajahnya. Alhasil……“huammmmmm……”aku terkejut mendapatkan tangan yeojah tersebut menampar kewajahku dengan keras.

Ia menatap kearahku, mata bulatnya yang setengah tertutup masih bingung menatapku. Ia mengusap matanya mencoba memulihkan pandangannya, aku hanya bisa diam menatapnya, wajahnya cantik, matanya indah, pujiku dalam batin. Aku langsung melepaskan lamunanku.

“ kau siapa?” ia bertanya padaku.

“ Ah annyeonghaseo naneun Lee Hongki-imnida aku menunduk kearahnya. Matanya langsung terbelalak bulat mendengar namaku.

“ Jhinja?ohhh eotokeh?? Ssinznaa naega cheongmal paboya!!!” aku bisa mendengar gumaman yeojah tersebut. Yeojah tersebut melirik jam tangannya.

 “Saseohamnida Hongki-shi…cheongmal saseohamnida. Apa kau sudah lama disini?” raut wajah yeojah tersebut tampak cemas dan tidak enak kepadaku.

“ah sekitar dua jam aku menuggumu disini, hyaaa kau ini benar-benar tidur seperti orang mati” Aku tak sengaja melontarkan kalimat itu.

“Ah cheongmal saseohamnida. Aku benar-benar malu padamu Hongki shi” wajahnya memerah dan bibirnya memaju mengekspresikan kecemasannya.

“anieo..kwenchana. ayo jangan lama-lama disini!! Hyaaa  aku ingin kau langsung mengantarku ke sungai yang ada ditengah kota ini” aku berjalan membelakanginya dan menoleh kearahnya. Kulihat ia sedang mengeluarkan sebuah album yang lumayan tebal dari tas ransel kulitnya dan menyodorkannya padaku. Aku membacanya sepanjang jalan.

Di Van Shin Hye.

“apa Cuma aku yang menjadi tamumu?oh ya apa benar sungai tersebut terletak ditengah kota?” Hongki akhirnya mengeluarkan suaranya setelah sekian menit terdiam melihat album foto itu.

“ah ye…Sungai Musi namanya, sungai tersebut mengalir disepanjang kota Palembang sampai diluar kota ini dan hebatnya Sungai ini terletak ditengah Kota Palembang dan membagi wilayah kota ini menjadi dua bagian “Ulu dan Ilir” disana ada jembatan peninggalan Jepang yang…”

“Jembatan Ampera kan? Benar tidak?” Hongki  memotong pembicaraanku. Aku melirik wajahnya dari kaca mobil, benar-benar namjah yang cantik.

“Hyaa Hongki-shi apa kau seorang mahasiswa?” aku meliriknya dari kaca mobil. Aku mengendarai mobilku menuju kepusat kota. Hongki yang memintaku untuk langsung mengantarkannya ke Sungai Musi, dan ini pertama kalinya aku menemukan klien seperti ini.

“ne…aku mahasiswa Kkonkuk University , whaeo? Neoneun kenapa bisa bekerja di Palembang ini?” Hongki bertanya balik kepadaku.

“ania aku Cuma bingung setahuku orang Korea jarang sekali berwisata ke kota ini, biasanya mereka lebih mengenal Bali sebagai objek wisata yang terkenal di Indonesia, padahal Indonesia ini sangat luas dan terdiri dari banyak pulau,nah itulah salah satu alasanku untuk menjadi pemandu wisata di Indonesia. Karena aku cinta dengan Negri ini, orang-orang disini sangat ramah dan mau mengajariku belajar bahasa Indonesia” ucapku sambil tersenyum kepadanya.

“ouw.. aku mengenal kota ini juga dari Internet, aku tidak sengaja membuka blog seseorang yang isinya menunjukan foto-foto hasil potretannya di Indonesia, dan aku tertarik melihat hasil potretannya yang menggambarkan panorama Sungai Musi pada saat subuh. Awalnya juga aku mau ke Bali tapi aku sudah pernah kesana dan aku ingin menjelajahi tempat lain lagi” mataku langsung berputar mendengar pendeskripsian mengenai blog tersebut, sepertinya aku pernah membukanya.

“kalau boleh tahu apa nama blognya?” aku menanyakan lagi untuk memastikannya.

“aku lupa tapi nanti aku tunjukkan, memangnya kenapa, oh ya apa masih jauh? Aku sudah letih nih ~~~” aku melirik Hongki, benar sekali namjah ini sangat kekanak-kanakan padahal kami baru saja kenal tapi ia menganggapku mengenalnya sejak lama.

“ne..arasoyo sudah tidak terlalu jauh, Hongki shi kau bisa pindah kedepan saja kalau kau mau” aku menawarkannya, karena jujur saja aku merasa seperti sopirnya dari tadi. Dan ternyata benar ia langsung berpindah kesampingku. Ia menatapku yang sedang memperhatikan wajahnya #yang jujur memang manis dan tidak bosan untuk melihatnya#.

“whaeo?? Wah Shin Hye shii kau tampaknya terpesona melihat ketampananku^^” Hongki memasang ekspresi aegyo kepadaku.

“hyaaa..ania!!!  kalau boleh tahu berapa umurmu?” aku mencoba memastikan umur namjah ini. Aku heran kenapa sifatnya sangat kekanak-kanakan. Jujur aku memang sedikit gemas dengan senyumnya.

“21 tahun, whaeo??  Memangnya umurmu berapa?” Hongki melirik kearahku sambil tangannya memainkan PSP.

“sama!!! Hya Hongki shi kenapa kau nekat sekali jalan-jalan sendirian padahal kau belum pernah kemari, apa tidak ada yang mau menemanimu, yeojahchingu mungkin?” aku meliriknya.

“ada kok yang mau menemaniku, aku baru saja mengenalnya tadi di bandara , dia cantik dan sedikit menyebalkan dan selama dua jam aku duduk disampingnya” ucapnya sambil tersenyum malu.

“jhinja? Wah sayang sekali aku tertidur, aku jadi ingin lihat wajah orangnya”

Akhirnya kami tiba ditepi sungai Musi, aku sengaja mengajaknya ke BKB “Benteng Kuto Besak” dimana kami bisa langsung berada ditepi Sungai Musi sambil melihat orang-orang yang sedang hilir mudik melewati sungai Musi. Tempat ini juga langsung berhadapan dengan Jembatan kebanggaan kota ini, Jembatan AMPERA.

“wah sudah sampai!!! Hongki shii kita sudah sampai sekarang…” Hongki langsung keluar mobil dan membuka pintu bagasi belakang, aku spontan mengikutinya. Tampaknya ia sedang mencari sesuatu. Aku berusaha membantunya , menyingkirkan tumpukan tas dan barang-barang milik Hongki #bawaanya banyak sekali… T,T kayak mau pindah rumah aja#.

“kau sedang mencari apa Hongki shii?” Aku bertanya dengan tanganku membantunya menyingkirkan tas-tas tersebut.

“aku sedang mencari peralatan memancingku, ayo bantu aku Shinhye” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya. Dia serius sekali. “Bawaanya banyak sekali” gerutuku dalam hati.

“ketemu!!!” kami berteriak serempak dan tanganku tidak sengaja menindih tangannya yang juga memegang alat pancing berwarna pink tersebut #wah kau ini namjah atau yeojah, Hongkiaaa#. Hongki menatapku dan lagi-lagi ia berani menatap langsung kemataku, yang membuat jantungku berolahraga setiap mendapat tatapan dari matanya.

Hongki langsung mengambil alat pancing tersebut dan langsung berjalan meninggalkanku yang masih terpaku.

“Hya.. Shinhye palii… kau mau menemaniku tidak?? Aku mau mancing ikan yang besar untukmu” teriaknya. Hongki berbalik jalan kearahku dan langsung menggaet tanganku, dan berjalan dengan semangatnya. “Ikan besar untukku??” apa maksudnya#batinku#.

Hari semakin bertambah sore, dan Hongki belum juga mendapatkan ikan sama sekali.( Apa tujuan namjah ini kemari hanya untuk memancing?? Huft aku bosan sekali menungguinya seperti ini!! )

“Hongki shii kita lanjutkan nanti saja memancingnya, bukankah tujuanmu menyewaku untuk menemanimu jalan-jalan keliling kota Palembang” aku menggerutu. Karena jujur aku merasa tubuhku sudah berbau matahari, rasanya aku ingin mandi dan merebahkan tubuhku. Tiba-tiba aku teringat nanti malam namjah ini akan menginap dimana.

“Hya Hongki shii… malam ini kau akan menginap dihotel mana?” Aku mendekatinya dan duduk disampingnya, aku melirik umpan yang dibawanya dari Korea sudah habis dan ia masih belum dapat ikan satu ekor pun. Aku menangkap ekspresi kesal diwajahnya, wajahnya bertambah imut jika ia sedang kesal (ah….Shin Hye apa yang sedang kau pikirkan!!!! Pabo..pabo..pabo..). aku memukul ringan kepalaku, mencoba mengalihkan lamunanku.

 Ia ternyata dari tadi menatap wajahku lama seperti sedang berpikir “kau benar!! Aku belum tahu aku akan menginap dimana, aku belum booking kamar hotel, eotokeh Shin Hye shii??” wajahnya seketika berubah cemas,  memelas dan matanya berkaca-kaca.

“MWO??? Kenapa kau tidak bilang dari tadi!!! Hyaaaa kau ini cheongmal…aishhh!! Kukira kau sudah siapkan dengan sebaik mungkin. Kenapa kau malah asyik-asyikan memancing disini kalau kau tidak tahu bagaimana nasibmu nanti malam!!!” aku spontan meneriakinya, namjah ini benar-benar pabo!

“kau mau kemana Shin Hye shii??” aku sengaja tidak memperdulikannya, aku ingin ia berhenti mengurusi kegiatan memancingnya. Aku langsung berjalan menuju van kami.

“tunggu aku!!!!” Hongki dari tadi berteriak seperti anak kecil dan membuat orang disekitar BKB melihat kearahku sontak aku berbalik dan meraih tangannya dan langsung membawanya masuk van.

“Hongki shii kau ini benar-benar keterlaluan!! Kau tidak lihat semua orang menatapku seolah-olah aku mau meninggalkanmu!! Oh ya aku antar kau langsung ke hotel dan besok pagi aku akan menjemputmu” aku memasang seatbellku dan seatbellnya Hongki. Ia hanya diam saja tidak memperdulikanku, wajahnya cemberut dan lagi-lagi ia membuatku merasa bersalah.

 

Hongki POV

Setibanya dihotel….

“Kita sudah sampai” Shin Hye membukakan seatbellku, #aku kesal dengannya, kenapa ia tadi meneriakiku???#

“kau juga akan menginap disini?” tanyaku.

“ani!! Aku akan memesan satu kamar untukmu” jawabnya.

Shin Hye benar-benar keterlaluan!! “Kenapa ia jadi ketus seperti itu!!” gumamku.

….

“Ini kunci kamarmu, besok aku tunggu dilobi pukul delapan pagi. Kau naiklah dan selamat beristirahat”  Shin Hye menyerahkan kuncinya dan langsung berlalu setelah berpamitan singkat denganku.

“ apa aku benar-benar membuatnya kesal? Hongkia anieo..kau tidak bersalah, dialah yang membentakmu duluan”  aku melangkah masuk kedalam lift.

‘’’

 “Ah….rasanya segar sekali!!! rasanya punggungku mau patah menemani sibodoh itu. Dasar Hongki pabo!!! Datang kemari Cuma untuk memancing, memangnya sungai Han di Korea sudah kering atau jangan-jangan ia tidak tahu kalau di Korea ada yang namanya sungai Han!! Jauh-jauh nyari sungai sampai kemari” ucap Shin Hye sambil merebahkan diri ditempat tidur.

Ia masih terbayang dengan sosok riang tersebut, Shin Hye memang sedikit kesal dengan tingkah kanak-kanaknya Hongki tapi menurutnya itulah yang membuatnya betah berlama-lama dengan Hongki. “aku mau memancing ikan yang besar untukmu” ucapan Hongki itu selalu terngiang dipikiranku dan membuatku ingin senyum-senyum sendiri.

Sedang asyik terlelap tiba-tiba handphone Shin Hye berdering.

“halo selamat malam… siapa disana?” Shin Hye menyapa dengan nada suara yang berat dan malas.

“hyaaaa Shin Hye-shii na oediga?” suara manja khas serak basah tersebut memekakan telingaku.

“ HONGKI!!!! Whae? Whae kau menelponku? Apa kau belum tidur?” baru saja Shin Hye ingin tenang, ia kembali mendapatkan gangguan dari teman yang baru sehari dikenalnya itu.

“HYAAAA… kau seharian ini berteriak terus kepadaku!!! Bagaimana aku bisa tidur semua tas-tasku masih dimobilmu!!!  Semua pakaianku ada padamu!!!” Hongki berteriak kepada Shin Hye hingga membuat Shin Hye terpaksa menjauhkan handphonenya dari telinganya.

“MWO?” Shin Hye terlemas mendengarnya. Ia terpaksa kembali kehotel itu. “Darimana ia mendapatkan nomorku?padahal aku belum memberi tahunya” gumam Shin hye.

Shin Hye berjalan malas menuju mobilnya dan memastikan apa benar barang-barang bocah itu tertinggal dan ternyata benar tas-tas Hongki masih tertata rapi dibagasinya. “PABOOOO!!!!” Shin Hye memukul kepalanya sendiri.

Setibanya dilobby hotel…

Tampak dari kejauhan warna rambut Hongki yang blonde berkilau itu. Wajah Hongki tampak cemberut sambil mondar-mandir menunggu Shin Hye.

Shin Hye berjalan keluar dari mobilnya.

“Hongki shii kenapa kau selalu ingin menyusahkanku!!” Shin Hye membuka bagasi mobilnya. Hongki membuntuti Shin Hye dari belakang mulutnya maju kedepan.

“Shin Hye shii… apa aku boleh memohon sesuatu padamu?” Hongki mengeluarkan suaranya saat Shin hye sedang asyik menurunkan barang-barang milik Hongki.

“mohon apa?” Shin Hye mendongak menatap Lee Hongki.

“apa aku boleh menginap ditempatmu?” pinta Hongki.

“mwo? Whae Hongki shii?”

“aku takut sendirian. aku tidak merasa nyaman kalau aku sendirian. Aku butuh seorang teman, aku janji tidak akan membuatmu kesal” Hongki meraih tangan Shin Hye dan menaruhnya kedadanya meyakinkan Shin Hye.

“ehm..baiklah kalau memang itu maumu” Shin Hye menyetujui.

Dirumah Park Shin hye

Akhirnya mereka tiba disebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi cantik dengan pekarangan penuh dengan tanaman bunga mawar.

“Wah ternyata kau jauh juga menjemputku kehotel, siapa  namjah itu?” Hongki melirik dari kaca mobil sebelum ia turun.

continue…..

please don’t be silent reader!!! gamsahamnida^_^

Your appreciation please....

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s